Skip to main content

Posts

Showing posts with the label ibooks

Craftivism: The Art of Craft and Activism

Bahagia sekaligus bangga, bisa terpilih untuk memberikan kontribusi tulisan pada buku tentang craftivism ini. Sementara aku pasang review dan endorsment terlebih dahulu. Untuk resensinya akan aku publikasikan dalam terbitan yang berbeda.  ------ Editor Betsy Greer Arsenal Pupl Press Craftivism is a worldwide movement that operates at the intersection of craft and activism; Craftivism the book is full of inspiration for crafters who want to create works that add to the greater good. In these essays, interviews, and images, craftivists from four continents reveal how they are changing the world with their art. Through examples that range from community embroidery projects, stitching in prisons, revolutionary ceramics, AIDS activism, yarn bombing, and crafts that facilitate personal growth, Craftivism provides imaginative examples of how crafters can be creative and altruistic at the same time. Artists profiled in the book are from the US, Canada, the UK...

Dilarang Gondrong!

Praktik Kekuasaan Orde Baru terhadap Anak Muda Awal 1970-an Penulis : Aria Wiratma Yudhistira Penerbit: Marjin Kiri Tahun 2010 Pernah, pada masa Orde Baru, pemerintahan Soeharto begitu anti terhadap rambut gondrong. Bahkan Soeharto pernah memerintahkan dibentuknya Bakorperagon (Badan Koordinasi Pemberantasan Rambut Gondrong).  Antipati yang sedemikian besar terhadap rambut gondrong ini menjadi kajian sejarah yang menarik dalam buku yang ditulis Aria Wiratma Yudhistira.  Buku ini merupakan hasil skripsinya sebagai mahasiswa di jurusan sejarah Universitas Indonesia, diberi judul: Dilarang Gondrong! Praktik kekuasaan Orde baru terhadap Anak Muda Awal 1970-an. Aria mencatat, pernyataan Pangkopkamtib pada tanggal 1 Oktober 1973 dalam sebuah acara perbincangan di TVRI, menyatakan bahwa rambut gondrong membuat pemuda menjadi Onverschillig alias acuh tak acuh (hlm 1). Pernyataan ini selanjutnya menjadi pembenaran atas tindakan anti rambut gondrong. Meski...

Feel In Love With a Band

Setelah menamatkan The Motorcycle Diaries dalam berjalanan Thailand - Malaysia (2 hari, 2 malam di kereta api..:P), tentunya aku membutuhkan buku lain untuk menemani perjalananku. The Motorcycle Diaries enak banget dibacanya. Che Guevara pandai bercerita. Waktu buku itu selesai, ada perasaan "yah, kok dah selesai lagi.." Sampai di Kuala Lumpur, tujuan pertamaku adalah Kinokuniya di KLCC, mencari-cari buku, tadinya mau nyari referensi buat tulisan yang lagi kukerjain, trus tiba-tiba aja di rak "rock n' roll" aku menemukan buku ini " Fell in Love with a Band: The Story of The White Stripes " WOHOOOO!!!! Sebagai fan beratnya The White Stripes, aku kok ga ngeh kalo buku ini ada ya? Di terbitkan tahun 2004, jadi ga lengkap sampai berita paling baru soal TWS. Tapi sejauh yang aku baca, banyak info yang aku ga tau soal TWS dan menjawab misteri TWS yang selama ini ga banyak di ekspose media. Ada banyak wawancara sama temen SDnya si Jack, sobatnya Meg dan pen...

Kangen Kerja

Dalam rangka mencari cara mengembalikan mood perjalanan, terpikir olehku bahwa salah satu penyebab hilang mood, selain penyesuaian dengan teman perjalanan, juga kerana aku rindu pada pekerjaan-pekerjaanku di Bandung. Digital detox sebulan mungkin aku bisa, tapi tidak 'bekerja' dalam tiga minggu bisa membuat aku 'gila'. Bekerja dalam arti juga membuat sesuatu (hiks jadi teringat tumpukan bahan baku di deket meja kerjaku). Apalagi  dalam perjalanan ini aku mendapat banyak ide baru untuk berkarya, rasanya ingin segera merealisasikannya. Memang suka serba salah. Kalau kerja terus ga ada istirahatnya juga otak rasanya jenuh. Tapi kalo liburan bener-bener off kerja selama 3 minggu begini, juga rasanya ga karu-karuan. Setidaknya dari perjalanan ini aku jadi tau, waktu maksimum yang bisa kupenuhi untuk off dari pekerjaan itu berapa lama: 2 minggu lah. Cukup. Ga nyentuh bahan2 buat berkarya. Lebih dari itu, aku bisa sakau beneran (untung aku bawa hook crochet, aku bisa merajut...