Skip to main content

Posts

Kawan Sepermimpian

 foto by vitarlenology Beberapa hari lalu aku terhubung dengan adik seorang teman yang dulu pernah membangun cita-cita bersama. Lalu temanku itu meninggalkanku begitu saja untuk cita-cita yang lain. Si adik, tiba-tiba muncul dan memberi dukungan terhadap cita-cita yang pernah kubangun bersama kakaknya. Diam-diam ternyata si adik menyimak dan mengikuti sepak terjangku selama sepuluh tahun terakhir ini. Aku jadi teringat, masa-masa ketika si kakak meneleponku setiap malam dan bermimpi bersama tentang apa yang kukerjakan selama sepuluh tahun ini, bahwa ini akan menjadi begini dan begitu di masa datang. Benar-benar hampir setiap malam. Setiap ada ide baru, sekecil apapun, si kakak akan menelepon dan membahas panjang lebar denganku. Saat si kakak memutuskan untuk meninggalkan Bandung dan pindah ke kota lain untuk menjalani pekerjaan lain, aku sempat terpukul dan bertanya: "bagaimana dengan semua rencana-rencana dan impian yang kita bangun bersama?" Dengan enteng, si kakak ...

Mendefinisikan Kembali Peran di Tahun Kesepuluh

 Foto dari vitarlenology flickr album Beberapa waktu terakhir, beberapa teman memutuskan untuk meninggalkan tobucil dengan alasan sudah saatnya mereka mesti berbeda arah. Ada cita-cita lain yang mesti mereka tuju. Hal yang lumrah dan wajar. Ketika tidak selamanya orang yang berjalan bersama, mendukungku  mencapai tujuan akan berjalan terus berbarengan sampai ujung. Toh, realitanya, teman perjalanan akan selalu berganti, seperti sebuah lari estafet yang tetap dari awal sampai akhir menjalaninya adalah aku sendiri tentunya yang punya cita-cita. Aku lebih bisa mengahadapinya dengan santai dan menerimanya sebagai bagian dari dinamika perjalanan. Memang keberadaan teman yang membantu memikirkan banyak hal tentu saja sangat meringankan beban di perjalanan ini. Namun, jika mau jujur teman perjalanan ini juga seringkali menciptakan ketergantungan yang sulit dilepaskan ketika yang digantungi harus pergi meninggalkan perjalanan ini. Jebakannya adalah aku jadi merasa ga yakin bisa me...

Society - Eddie Vedder & Johnny Depp

it's a mystery to me We have a greed with which we have agreed And you think you have to want more than you need Until you have it all you won't be free Society, you're a crazy breed Hope you're not lonely without me... When you want more than you have You think you need... And when you think more than you want Your thoughts begin to bleed I think I need to find a bigger place Because when you have more than you think You need more space Society, you're a crazy breed Hope you're not lonely without me... Society, crazy indeed Hope you're not lonely without me... There's those thinking, more-or-less, less is more But if less is more, how you keeping score? Means for every point you make, your level drops Kinda like you're starting from the top You can't do that... Society, you're a crazy breed Hope you're not lonely without me... Society, crazy indeed Hope you're not lonely without me... Society, have m...

16 Hari Menulis Kisah Anti Kekerasan Terhadap Perempuan

Awalnya seorang teman menawarkan padaku untuk sukarela menulis dalam rangka kampanye 16 Hari Kampanye Anti kekerasan Terhadap Perempuan. Aku menanggapinya dengan bagaimana jika ini jadi semacam tantangan kepada para blogger selama 16 hari menulis kisah-kisah tentang perempuan. Tentunya yang sejalan dengan semangat kampanyenya. Kurasa kisah-kisah perempuan menjadi survivor/penyintas kekerasan akan jadi inspirasi dan bisa memberi kekuatan bagi siapa-siapa yang masih berjuang melepaskan diri dari sebutan korban kekerasan. Tantangan 16 hari menulis ini buatku seperti tantangan Ramadhan Tutorial project bulan puasa lalu. Aku sendiri masih mencoba membuat list, apa saja yang mau kutulis selama 16 hari kedepan mulai 25 November yang merupakan Hari Internasional Penghapusan Kekerasan terhadap Perempuan hingga tanggal 10 Desember yang merupakan Hari Hak Asasi Manusia (HAM) Internasional.  Dalam kurun waktu 16 hari itu ada beberapa hari penting yang bisa menjadi catatan aku ambil dari situ...

'Cangkemanmu' Kekal Abadi

 Gambar diambil dari sini "Rasah Cangkeman.. Sobek..Sobek!!!"  (Jangan banyak omong, ta' sobek-sobek).Begitulah tulisan di stiker yang tertempel di papan pesan meja kerjaku. Ungkapan yang sempat dipopulerkan oleh Tukul Arwana . Tulisan itu langsung saja terasa pas, ketika membaca kutipan Andi Mallarangeng yang benar-benar menyakiti bukan hanya korban Merapi,  tapi juga rakyat Indonesia. Saya lihat mereka itu sudah cukup sebenarnya, makan sudah siapkan dan MCK sudah ada. Mereka ini tinggal menunggu bunyi klenteng-klenteng lalu sarapan, klenteng-klenteng lalu  makan siang dan klenteng-klenteng lalu makan malam," kata Andi Mallarangeng di Gedung Agung, Jl Malioboro, Yogyakarta, Minggu. Sumber DetikNews Sebelumnya ketua DPR alias Dewan Perwakilan Rakyat, Marzuki Ali yang asal cangkeman  terhadap korban tsunami Mentawai: "Mentawai itu kan pulau. Jauh itu. Pulau kesapu dengan tsunami, ombak besar, konsekuensi kita tinggal di pulaulah," kata Marzuki di Gedung D...

Pertanyaan Untuk Indonesia

  Indonesia, sebenernya apa ideologi yang kau anut sekarang?