Skip to main content

Posts

Showing posts with the label movie comment

Sokola Rimba (2013): 'Kisah Guru Menemukan Murid'

* * * * Sutradara: Riri Riza Apalah artinya guru tanpa murid dan murid tanpa guru. Keduanya bisa saling menemukan dan saling mengisi. Setelah sekian lama, akhirnya menemukan juga film Indonesia yang cukup menggugah. 'Sokola Rimba', film garapan sutradara Riri Riza dan di produseri oleh Mira Lesmana ini diangkat dari kisah perjuangan 'guru anak rimba' Butet Manurung dengan Prisia Nasution sebagai pemerannya dan anak-anak Suku Anak Dalam yang tampil begitu natural sebagia murid-muridnya. Sokola Rimba mengisahkan suka duka Butet Manurung merintis Sakola Rimba untuk anak-anak Suku Anak Dalam yang tinggal di sekitar Taman Nasional Bukit Duabelas, Jambi, Sumatera yang dimulainya sejak tahun 1999. Mulanya Butet bekerja untuk sebuah LSM yang mengurusi perluasan Taman Nasional dimana tugas yang diemban Butet adalah melakukan pendampingan pada masyarakat yang tinggal di sekitar Taman Nasional. Namun pada prakteknya, pekerjaan itu membawa Butet pada kenyataan bahwa pe...

Searching for Sugar Man (2012): Perjalanan Menemukan Rodriguez

dokumenter musik * * * * * Sutradara:  Malik Bendjelloul   Searching for Sugar Man (2012) adalah film dokumenter yang membuatku 'WOW!!' di akhir film. WOW!!  karena heran, takjub sekaligus sulit untuk percaya, bahwa ada manusia dengan kisah hidup seperti Rodriguez di dunia ini. Berawal dari rasa penasaran Stephen 'Sugar' Segerman seorang penggemar fanatik dan Craig Bartholomew Strydom, jurnalis musik atas rumor kematian musisi idola mereka yang bernama Rodriguez_ seorang musisi ballad dari era 70an asal Amerika yang begitu terkenal di Afrika Selatan. Selama ini lagu-lagu Rodriguez di album Cold Fact, menjadi lagu wajib perjuangan para penentang politik Apartheid di Afrika Selatan. Mungkin kalau di Indonesia lagu-lagu Rodriguez di Aftika Selatan seperti lagu-lagunya Iwan Fals di masa Orde Baru. Namun siapakah Rodriguez ini? Sosoknya begitu misterius. Sepanjang karirnya sebagai musisi, hampir tidak pernah ada pemberitaan tentang Rodriguez. Album Cold Fact han...

Beasts of The Southern Wild (2012)

* * * * * Sutradara: Benh Zeitlin Hush Puppy berlari sesana kemari. Mejelajahi semestanya di antara monster-monster dari selatan yang hidup bersamanya. Tanpa takut, tanpa ragu di tengah dunia yang ia pijak bisa runtuh sewaktu-waktu. Hush Puppy hanya perlu memastikan ayahnya hadir dalam kekuatan dan kerapuhannya sekaligus.  "Semua Ayah di dunia ini boleh mati, tapi tidak dengan Ayahku." "Tidak Hush Puppy. Ayahmu yang ini sama seperti yang Ayah lain, dia juga akan mati." Tak ada kesan glamour dan mewah sama sekali. Beasts of The Southern Wild yang dikategorikan sebagai film berbiaya rendah ini, menampilkan suasana daerah selatan yang kental: 'kampung di pedalaman', miskin, kumuh, terabaikan, namun penghuninya begitu akrab dan hangat satu sama lain. Dengan narasi serta sinematografi terasa begitu 'magical' namun sekaligus begitu 'riil', lekat dan membumi.  Badai dan banjir menjadi tragedi yang justru diterima bukan d...

#MovieComment Detachment (2011): Renungan Seorang Guru Pengganti

* * * * Sutradara: Tony Kaye A child's intelligent heart can fathom the depth of many dark places, but can it fathom the delicate moment of its own detachment? -Henry Barthes- Lima menit pertama menonton film ini komentar spontan yang muncul adalah film ini 'berat'. Dialog-dialognya sejak awal langsung mengajak penonton merenung, betapa  menjadi pendidik bukanlah hal mudah.

#30hari30film Buffalo 66 (1998): 'Selalu Tentang Vincent Gallo'

* * * *  Sutradara: Vincent Gallo Apapun yang diperankan oleh Vincent Gallo, selalu terasa mengganggu. Mengganggu bukan dalam arti nyesek karena keseluruhan film memberi dampak emosi yang sedemikan dalam setelah usai menonton, tapi mengganggu dalan arti karena sosok Vincent Gallonya sendiri juga secara penampilan dan gesture memang mengganggu. Kok, ada ya orang yang bisa seperti itu? Hingga seringkali, ceritanya biasa-biasa saja, tapi Vincent Gallo selalu berhasil membuatnya menjadi tidak biasa. 

#30hari30film Lord of The Flies (1963)

* * * * 1/2 Sutradara: Peter Brook Bayangkan 30 orang anak laki-laki, terdampar di sebuah pulau karena pesawat yang mereka tumpangi mengalami kecelakaan. Tiga puluh orang anak ini mesti memikirkan cara bagaimana bertahan hidup dan mencari pertolongan. Sebuah film yang diangkat dari novel karya William Colding dan digarap oleh sutradara Peter Brook.

#30hari30film Cerita Dari Tapal Batas (2011) Sebuah Upaya Mencari Batas Permasalahan Tapal Batas

Dokumenter. Sutradara: Wisnu Adi * * * Tidak banyak film dokumenter yang menceritakan tentang persoalan di perbatasan wilayah Indonesia dan Malaysia. Itu sebabnya film dokumenter yang mengangkat persoalan seperti ini tentunya sulit untuk menahan dorongan menceritakan banyak hal yang membuatnya kurang fokus dan kehilangan kekuatan untuk 'mengganggu' penontonnya. Adalah Cerita Dari Tapal Batas garapan sutradara Wisnu Adi yang mencoba mengangkat beberapa persoalan di perbatasan Kalimantan dengan Malaysia. Ada tiga orang tokoh yang mewakili persoalan-persoalan di wilayah perbatasan ini. Masalah ketidakmerataan pendidikan di pedalaman menjadi problematika klasik yang dalam film ini disuarakan oleh Martini, guru SD yang telah mengajar selama 8 tahun di daerah Entikong. Dengan gaji yang tidak seberapa, Martini harus merangkap peran sebagai guru, kepala sekolah, petugas administrasi dan memegang beberapa kelas sekaligus. Penyebabnya, karena kurangnya tenaga pengajar di desa ...

#30hari30film Pull My Daisy - Film 28 Minutes - 1959: Ketika Robert Frank & Alfred Leslie Menafsir Jack Kerouac

Sutradara Robert Frank & Alfred Leslie Story by Jack Kerouac Lyrics by Jack Kerouac & Allen Ginsberg * * * * Koleksi film sahabatku ini: bu Tita & Pak Agus, selalu membuatku girang gemirang. Salah satu yang terbaru yang kutemukan selama di Yogja adalah film ini. Film pendek berdurasi 28 menit dengan narasi ditulis dan di bacakan oleh Jack Kerouac dan filmnya sendiri digarap oleh Robert Frank dan Alfred Leslie. Mereka semua adalah seniman-seniman di masa beat generation.  Pull My Daisy merupakan naskah drama Jack Kerouac yang tak pernah di pentaskan. Di ambil dengan menggunakan kamera 16mm, hitam putih di loft studio milik pelukis Alfred Leslie, 4th Avenue, Manhattan, New York City.  Proses penggambilan gambarnya sendiri dimulai sejak bulan Januari 1959 sampai April 1959. Hanya satu orang aktris profesional yang terlibat dalam proyek film pendek ini. Sisanya, aktor dan aktris yang bermain adalah teman-teman sendiri, hanya dengan menggunakan satu kam...

#30hari30film Shame (2011) "We're Not Bad People. We Just Come From a Bad Place"

Sutradara: Steve McQueen * * * * Pertama-tama perlu kukatakan bahwa film ini buatku termasuk dalam kategori film yang menimbulkan efek samping: gangguan perasaan sesudah menontonnya. Bukan semata-mata karena Michael Fassbender menjadi pecandu seks di film ini yang membuat dia tampil full frontal nude, tapi juga karena keseluruhan filmnya memang berhasil mengganggu. Berkisah tentang Brandon (Michael Fassbender), lelaki tiga puluhan, New Yorker kelas menengah  yang sukses, dengan pekerjaan mapan, apartemen di daerah upper west side, ganteng, charming dan selalu dengan mudah memikat hati perempuan. Nyaris sempurna. Kecuali satu hal bahwa ia kecanduan seks. Bisa di manapun, kapanpun dan dengan siapapun bahkan dengan dirinya sendiri. Sampai-sampai komputer di tempat kerjanya, berkali-kali harus dibersihkan dari serangan virus ganas akibat terlalu sering mengakses situs-situs dan layanan porno via online. Tapi jangan buru-buru mengira ini film semata-mata tentang seks. Bukan it...

#30hari30film Salmon Fishing in The Yemen (2011) Diplomasi Ikan Salmon Ala Hallstorm

Sutradara: Lasse Hallstrom * * * Ini film yang cukup menarik dan mudah dinikmati. Seperti halnya film-film Lasse Hallstrom yang lain (Chocolate, My Life as a Dog, What's Eating Gilbert Grapes, Dear John, Cider House Rule). Formula dramanya masih sama seperti film-filmnya yang lain. Yang membuatnya berbeda adalah variasi cerita yang ia pilih. Kali ini, Hallstrom memilih diplomasi ikan salmon sebagai latar belakang cerita yang menjadi pondasi konflik tokoh-tokohnya. Ewan McGregor dan Emily Blunt menjadi tokoh utamanya. Ewan McGregor yang berperan sebagai Dr. Alfred Jones ahli perikanan, tiba-tiba dihubungi oleh Harriet (Emily Blunt) yang bekerja untuk Sheik Muhammed (Amr Waked). Harriet mengatakan dalam emailnya bahwa Sheik ingin mengembangkan ikan ikan salmon di Yaman dan ia membutuhkan ahli perikanan seperti Jones. Semula Jones menganggap ide Sheik ini tidak masuk akal, bagaimana mungkin ikan salmon bisa hidup di cuaca panas seperti Yaman. Jones menolak mentah-mentah gaga...

#30hari30film Food, Inc (2008) Ketika Ketahanan Pangan Diruntuhkan Kerakusan Industri

Dokumenter. Sutradara: Robert Kenner  * * * * 1/2 Film ini sengaja kupilih, relevan dengan isu kelangkaan kedelai yang membuat para pengusaha tahu dan tempe menghentikan produksinya. Selama ini Indonesia bergantung pada impor kedelai dari Amerika. Ketika Amerika mengalami gagal panen kedelai akibat kekeringan, bukan hanya masyakarat Amerika yang merasakan akibatnya, tapi rakyat Indonesia yang pun merasakan akibatnya.  Film besutan Robert Kenner ini didasarkan pada laporan investigasi Eric Schllosser, penulis buku Fast Food Nation, dan menjelaskan bagaimana industrialisasi pangan menciptakan ketergantungan pangan pada perusahaan multinasional dan melumpuhkan ketahanan pangan global.   Industrialisasi pangan dimulai sejak tahun 1930 ketika Amerika memperkenalkan makanan cepat saji. Saat itu Mc Donald memperkenalkan restoran Drive-in dan membawa fabrikasi makanan di dapur mereka.  Mental keseragaman dan harga murah di perkenalkan dalam pola makan ba...

#30hari30film The Art of The Steal (2009): Negara dan Perebutan Koleksi Karya Seni

Dokumenter. Sutradara: Don Argott * * * *  Jika beberapa minggu lalu, majalah Tempo sempat menurunkan laporan utama tentang skandal lukisan palsu milik kolektor seni terkemuka di Indonesia, Dr. Oei Hong Djin,  dokumenter ini juga berkisah tentang skandal koleksi karya seni moderenisme dan pos impresionisme ternama yang secara sistematis diambil alih oleh negara. Adalah Dr. Albert C. Barnes, seorang pencinta seni yang memiliki koleksi karya dari seniman-seniman moderenisme dan impresionisme dunia seperti Renoir, Cezanne, Matisses, Picasso, Modigliani. Total koleksinya Albert Barnes berjumlah sekitar 9000 karya yang nilainya mencapai $ 25 juta dolar. Semasa hidupnya Barnes menyimpan seluruh koleksinya itu di kediamannya di Lower Merion. Semasa hidupnya, Barnes lebih menyukai membukakan pintu kepada masyarakat biasa: pelajar, mahasiswa. tukang ledeng, masyarakat kelas bawah yang ingin menikmati karya seni koleksinya itu daripada kalangan elit yang menurut Barnes ...

#30hari30film The September Issue (2009) Anna Wintour & The Making of Vogue

Dokumenter. Sutradara R.J. Cutler * * * * Film ini sengaja kupilih untuk kutonton kembali hari ini. Menyambung Bill Cunningham di hari kemarin. Bagi siapapun yang ingin terjun ke dalam dunia fashion dan mengetahui bagaimana sebuah trend diciptakan, film ini wajib tonton. Sebuah dokumenter yang bukan hanya membedah bagaimana edisi bulan September 2007 majalah Vouge diterbitkan, tapi juga mengajak  penonton lebih mengenal Anna Wintour, chief editor majalah Vouge sekaligus orang paling berpengaruh dalam industri fashion dunia. Edisi bulan September 2007 ini menjadi edisi penting dalam sejarah penerbitkan majalah fashion karena tebalnya mencapai 840 halaman. Biasanya edisi September akan terbit dengan halaman paling tebal dibandingkan dengan halaman-halaman bulan yang lain dan menjadi edisi paling dinantikan. Lebih dari 9 juta copy bisa terjual hanya untuk edisi bulan September saja. Tak heran, perlu lima bulan sebelumnya untuk menyiapkan edisi ini. Anna Wintour tentunya men...

#30hari30film Bill Cunningham New York (2010): Merekam Jejak Sang Fotografer Jalanan

Dokumenter.  Sutradara Richard Press * * * * Bill Cunningham memberi pelajaran berharga tentang bekerja dengan passion. Fotografer yang mendedikasikan hidupnya memotret fashion jalanan kota New York ini, menghampiriku lewat dokumenter berjudul Bill Cuningham New York yang dibesut Richard Press. Cunningham_ Opa-opa berusia lebih dari 80 tahun, bekerja untuk harian The New York Times. Foto-fotonya yang muncul di halaman akhir pekan, seperti sebuah ramalan: Apa yang dipotret Cunningham hari ini, akan menjadi trend fashion dunia dalam beberapa bulan ke depan.  Sosoknya begitu mengejutkan bagiku: charming, penuh semangat, bersahaja dan taat pada keyakinannya, begitu down to earth, kemana-mana naik sepeda. Tidak suka hal-hal yang fancy, up scale dan mahal. Sangat bertolak belakang dengan dunia fashion dan teman-temannya  dari kalangan sosialita New York, Paris, yang begitu glamour dan superfisial. Sepanjang hidupnya, Cunningham mengaku tidak pernah terlibat den...

Postcards From The Zoo: Lana Dalam Kumpulan Kartu Pos

gambar di ambil dari sini * * * Sutradara Edwin Seorang bocah perempuan celingukan dengan ransel mungilnya, memanggil-manggil "bapak! bapak!" namun yang dipanggil tidak sedikitpun menyahut apalagi menampakkan batang hidungnya. Si bocah yang mirip Dora the Explorer itu, terus mencari bapaknya dari kandang ke kandang, menjelajah kebun binatang, sampai larut malam hingga pagi, tanpa tangis tanpa ketakutan. Kebun Binantang seperti dunia baru yang ia temukan dan ia jelajahi dengan kepolosannya, jengkal demi jengkal dengan kaki mungilnya. Begitulah adegan pembuka film garapan sutradara Edwin yang diberi judul Postcard from The Zoo. Bocah perempuan itu bernama Lana. Kebun Binatang kemudian menjadi tepat ia tumbuh dewasa,  bersama jerapah, harimau, leopard, beruang madu, ular-ular dan para penghuni resmi maupun tidak resmi, Kebun Binatang Ragunan. Bapak yang ia panggil-panggil dulu, tak pernah menampakkan diri hingga ia besar. Lana menjadi gadis yang tumbuh dan dibesarkan ole...