Skip to main content

Posts

#30hari30film The Art of The Steal (2009): Negara dan Perebutan Koleksi Karya Seni

Dokumenter. Sutradara: Don Argott * * * *  Jika beberapa minggu lalu, majalah Tempo sempat menurunkan laporan utama tentang skandal lukisan palsu milik kolektor seni terkemuka di Indonesia, Dr. Oei Hong Djin,  dokumenter ini juga berkisah tentang skandal koleksi karya seni moderenisme dan pos impresionisme ternama yang secara sistematis diambil alih oleh negara. Adalah Dr. Albert C. Barnes, seorang pencinta seni yang memiliki koleksi karya dari seniman-seniman moderenisme dan impresionisme dunia seperti Renoir, Cezanne, Matisses, Picasso, Modigliani. Total koleksinya Albert Barnes berjumlah sekitar 9000 karya yang nilainya mencapai $ 25 juta dolar. Semasa hidupnya Barnes menyimpan seluruh koleksinya itu di kediamannya di Lower Merion. Semasa hidupnya, Barnes lebih menyukai membukakan pintu kepada masyarakat biasa: pelajar, mahasiswa. tukang ledeng, masyarakat kelas bawah yang ingin menikmati karya seni koleksinya itu daripada kalangan elit yang menurut Barnes ...

#30hari30film The September Issue (2009) Anna Wintour & The Making of Vogue

Dokumenter. Sutradara R.J. Cutler * * * * Film ini sengaja kupilih untuk kutonton kembali hari ini. Menyambung Bill Cunningham di hari kemarin. Bagi siapapun yang ingin terjun ke dalam dunia fashion dan mengetahui bagaimana sebuah trend diciptakan, film ini wajib tonton. Sebuah dokumenter yang bukan hanya membedah bagaimana edisi bulan September 2007 majalah Vouge diterbitkan, tapi juga mengajak  penonton lebih mengenal Anna Wintour, chief editor majalah Vouge sekaligus orang paling berpengaruh dalam industri fashion dunia. Edisi bulan September 2007 ini menjadi edisi penting dalam sejarah penerbitkan majalah fashion karena tebalnya mencapai 840 halaman. Biasanya edisi September akan terbit dengan halaman paling tebal dibandingkan dengan halaman-halaman bulan yang lain dan menjadi edisi paling dinantikan. Lebih dari 9 juta copy bisa terjual hanya untuk edisi bulan September saja. Tak heran, perlu lima bulan sebelumnya untuk menyiapkan edisi ini. Anna Wintour tentunya men...

#30hari30film Bill Cunningham New York (2010): Merekam Jejak Sang Fotografer Jalanan

Dokumenter.  Sutradara Richard Press * * * * Bill Cunningham memberi pelajaran berharga tentang bekerja dengan passion. Fotografer yang mendedikasikan hidupnya memotret fashion jalanan kota New York ini, menghampiriku lewat dokumenter berjudul Bill Cuningham New York yang dibesut Richard Press. Cunningham_ Opa-opa berusia lebih dari 80 tahun, bekerja untuk harian The New York Times. Foto-fotonya yang muncul di halaman akhir pekan, seperti sebuah ramalan: Apa yang dipotret Cunningham hari ini, akan menjadi trend fashion dunia dalam beberapa bulan ke depan.  Sosoknya begitu mengejutkan bagiku: charming, penuh semangat, bersahaja dan taat pada keyakinannya, begitu down to earth, kemana-mana naik sepeda. Tidak suka hal-hal yang fancy, up scale dan mahal. Sangat bertolak belakang dengan dunia fashion dan teman-temannya  dari kalangan sosialita New York, Paris, yang begitu glamour dan superfisial. Sepanjang hidupnya, Cunningham mengaku tidak pernah terlibat den...

Postcards From The Zoo: Lana Dalam Kumpulan Kartu Pos

gambar di ambil dari sini * * * Sutradara Edwin Seorang bocah perempuan celingukan dengan ransel mungilnya, memanggil-manggil "bapak! bapak!" namun yang dipanggil tidak sedikitpun menyahut apalagi menampakkan batang hidungnya. Si bocah yang mirip Dora the Explorer itu, terus mencari bapaknya dari kandang ke kandang, menjelajah kebun binatang, sampai larut malam hingga pagi, tanpa tangis tanpa ketakutan. Kebun Binantang seperti dunia baru yang ia temukan dan ia jelajahi dengan kepolosannya, jengkal demi jengkal dengan kaki mungilnya. Begitulah adegan pembuka film garapan sutradara Edwin yang diberi judul Postcard from The Zoo. Bocah perempuan itu bernama Lana. Kebun Binatang kemudian menjadi tepat ia tumbuh dewasa,  bersama jerapah, harimau, leopard, beruang madu, ular-ular dan para penghuni resmi maupun tidak resmi, Kebun Binatang Ragunan. Bapak yang ia panggil-panggil dulu, tak pernah menampakkan diri hingga ia besar. Lana menjadi gadis yang tumbuh dan dibesarkan ole...

The Flowers of War (2011): Pilihan Menjadi Korban atau Pahlawan Sekaligus

* * * * Sutradara: Zhang Yimou  Nasiblah yang menjebak John Miller (Christian Bale) bersama para perempuan ini dalam sebuah gereja di Nanking, di tengah-tengah ganasnya pendudukan Jepang di Cina pada sekitar tahun 1937. Dua kelompok perempuan_ yang satu para perempuan penghibur dan satunya murid-murid biara dengan kepolosan serta keluguannya. John Miller sendiri seorang perias mayat (mortician) yang datang ke gereja itu untuk meminta imbalan atas keahliannya, ketika salah satu pendeta di gereja itu meninggal. Pada saat itu, Jepang tidak akan sembarangan mengusik 'orang barat'. Karenanya kehadiran Miller seperti juru selamat yang diutus Tuhan untuk menentukan nasib para perempuan ini.  Sementara Jepang begitu ganasnya mengobrak-abrik Nanking. Memperkosa banyak sekali perempuan Cina. Bahkan gereja pun tak luput dari incaran, meski dalam kesepakatan gereja menjadi tempat yang tidak boleh diusik. Namun kesepakatan di tengah keganasan perang bisa setiap saat dilanggar. ...

Mwathirika dan Rasa Kehilangan yang Universal

Foto dokumentasi  Papermoon Puppet Theatre  by Arul Y ang seringkali hilang, itu karena kita seringkali enggan membicarkannya dan menganggap seolah-olah hal itu tidak pernah ada. Mwathirika, sebuah pementasan teater boneka, garapan Papermoon Puppet Theatre, sebuah kelompok teater boneka asal Yogjakarta, mencoba mengangkat sejarah kehilangan dan kehilangan sejarah. Pementasan yang digelar di auditorium IFI (Institut Francais Indesia), Bandung, 15 -16 Juni lalu, sesak dan padat oleh penonton dan juga kesan yang ditinggalkannya. Kisahnya sederhana saja. Tentang dua orang kakak adik Tupu dan Moyo juga ayah mereka yang bertangan satu, Baba. Mereka bertiga bertetangga dengan Haki, seorang ayah yang tinggal berdua saja dengan anak perempuannya yang pemalu dan duduk di kursi roda_ Lacuna. Di awal pertujukan, penonton diberi tahu, bahwa Mwathirika dipersembahkan untuk korban peristiwa 1965 dan semua korban dari kekacauan politik yang ada diseantero jagat. Adegan dibuka dengan...

Perjalanan Menuju Rumah Senja

Aceh 56 Bandung "Hal yang membuatku tidak terlalu memikirkan soal Rumah Senja adalah karena aku ga yakin ada teman yang mau berkomitmen membangun impian itu." "Loh kamu kan masih punya saya.. kamu bisa membangunnya bersama saya." Pembalap gadungan datang beberapa siang yang lalu, mengatakan bahwa ia akan mengambil cuti mengajar (semacam sabatical program) selama 1 tahun.  Dia sendiri belum punya tujuan dengan sabatical programnya itu. Tapi tiba-tiba dia mengingatkan kembali mimpi yang pernah aku tulis beberapa tahun lalu (2 April 2009), tentang rumah masa depan bernama Rumah Senja , rumah tempat aku dan orang-orang yang setuju dengan gagasan itu, bisa menghabiskan hari tua bersama-sama. Tiba-tiba saja aku seperti diingatkan kembali dan menjadi kebetulan yang saling berkait, ketika beberapa waktu terakhir ini aku telah membulatkan tekad akan menghabiskan hari tuaku di Yogja, bukan di Bandung. Pulang kampung dan mengamini kejawaanku. Lalu si Pembalap Gadunga...