Skip to main content

Posts

Leo Allenda Bertimbang Taruh

Pameran Tunggal: Bertimbang Taruh  Leonardiansyah Allenda  Opening: 14 August 2014, 7.30 PM  Exhibition: 15 August -  6 September 2014, 9 AM - 5 PM  Closed on Sunday & Monday  Discussion: 5 September, 7.30 PM  Cemeti Art House D.I. Panjaitan 41, Yogyakarta  Tulisan ini untuk pengantar Pameran Bertimbang Taruh Bagaimana menyamakan harga atau nilai dari sebuah pertaruhan, jika yang dipertaruhkan bukanlah uang, melainkan sesuatu yang memiliki ukuran serta tafsir berbeda, namun keduanya sama penting, sama-sama bernilai, sama-sama punya bobot. Ukuran apa yang lantas pantas untuk membuat keduanya bertaruh setimbang?  Pertanyaan itulah yang saya temukan dalam karya-karya Leo yang di pamerkan di Cemeti, Yogjakarta, Agustus 2014. Sembilan karya yang ditampilkan seperti sedang mencari cara 'Bertimbang Taruh' atas nilai-nilai yang membentuk dan meruang dalam diri dan kekaryaan Leoandriansyah Allenda. Leo lahi...

Terberkati Seperti Walter Mitty

Machapuchare, Himalaya from Sarangkot, Pokhara, Nepal,  31/3/2013 I feel blessed like Walter Mitty, to see the world, things dangerous to come to, to see behind walls, draw closer, to find each other, and to feel. That is the purpose of life. Untuk semua moment 'terdiam terpaku'  ketika kebahagian hanya dirasakan bukan dipikirkan, ketika semua udara yang terhirup, menggenapi kepenuhan diri..  Aku hanya bisa berbisik lirih pada diriku sendiri: Aku terberkati, aku orang yang sangat beruntung. (Nonton  The Secret Life of Walter Mitty  memanggil semua rasa penuh pada semua perjalanan yang telah terlampaui, dan membuatku ingin berjalan lagi dan penuh lagi.. )

Sokola Rimba (2013): 'Kisah Guru Menemukan Murid'

* * * * Sutradara: Riri Riza Apalah artinya guru tanpa murid dan murid tanpa guru. Keduanya bisa saling menemukan dan saling mengisi. Setelah sekian lama, akhirnya menemukan juga film Indonesia yang cukup menggugah. 'Sokola Rimba', film garapan sutradara Riri Riza dan di produseri oleh Mira Lesmana ini diangkat dari kisah perjuangan 'guru anak rimba' Butet Manurung dengan Prisia Nasution sebagai pemerannya dan anak-anak Suku Anak Dalam yang tampil begitu natural sebagia murid-muridnya. Sokola Rimba mengisahkan suka duka Butet Manurung merintis Sakola Rimba untuk anak-anak Suku Anak Dalam yang tinggal di sekitar Taman Nasional Bukit Duabelas, Jambi, Sumatera yang dimulainya sejak tahun 1999. Mulanya Butet bekerja untuk sebuah LSM yang mengurusi perluasan Taman Nasional dimana tugas yang diemban Butet adalah melakukan pendampingan pada masyarakat yang tinggal di sekitar Taman Nasional. Namun pada prakteknya, pekerjaan itu membawa Butet pada kenyataan bahwa pe...

Catatan Dua Belas Tahun Tobucil

Jika ditanya bagaimana rasanya menjalani Tobucil selama 12 tahun? aku pasti menjawab, biasa-biasa saja. Biasa karena, masa-masa sulit  membangun pondasi Tobucil sudah terlampaui di sepuluh tahun pertama. Sepuluh tahun berikutnya adalah menjawab masa pertumbuhan, mau tumbuh seperti apa? Ketika menengok kembali perjalanan Tobucil selama 12 tahun, aku tidak pernah membayangkan Tobucil seperti saat ini. Aku hanya berusaha menjalaninya sebaik yang aku mampu. Setelah ditinggalkan oleh dua pendiri lainnya, aku hanya berusaha menjawab tantangan pada diriku sendiri: 'jika setelah ditinggalkan aku berhenti, aku tidak akan pernah bisa menjalani persoalan hidup yang lebih besar dari Tobucil'. Dan upaya menjawab tantangan itu  kemudian mengantarkanku sampai waktu 12 tahun.  Aku ingat, di awal tahun 2000 an, ketika Tobucil baru saja berdiri, banyak orang melabeli Tobucil sebagai  'Toko Buku Alternatif' atau 'Ruang Alternatif'. Tobucil pada saat itu, hadir sebaga...

#Nepaldiary Pelajaran Pelayanan di Namaste Children House

perayaan happy holi di Namaste Children House, Pokhara, Nepal foto oleh vitarelnology Sudah lebih dari seminggu jadi sukarelawan di Namaste Children House di Pokhara, Nepal. Sebagai sukarelawan banyak pekerjaan yang bisa dilakukan. Mulai dari membantu di dapur mempersiapakan apa yang akan dimasak, cuci piring, membantu bocah-bocah itu mandi, bermain bersama, membantu belajar sampai proyek mengecat bangunan lantai dasarnya. Benar-benar pekerjaan yang dilakukan sehari-hari oleh pengasuh, bedanya ini pengasuh paruh waktu yang hanya datang setengah hari dan itu pun hanya selama tiga minggu saja. Sekitar tujuh puluh anak  tinggal di Namaste Children  House. Usia mereka mulai 4 tahun sampai 18 tahun. Namaste menyekolahkan mereka di sekolah swasta dengan pertimbangan kualitasnya lebih baik. Harapannya ketika anak-anak ini lulus nanti bisa meneruskan sekolah atau bisa mendapat pekerjaan yang lebih baik. Sayangnya kegiatanku sebagai sukarelawan di sini bertepatan dengan saat ...

#nepaldiary Sukarelawan Di Negeri Atap Dunia

foto oleh vitarlenology Salah satu cara melakukan perjalanan dan berinteraksi lebih dengan budaya serta masyarakat setempat adalah menjadi sukarelawan. Banyak organisasi Internasional yang memang mengkhususkan diri mengurusi orang-orang yang tertarik menjadi sukarewalan. Salah satunya adalah International Volunteer HQ (IVHQ) yang bermarkas di New Zeland.  Didirikan oleh Daniel Radcliffe, sukarelawan yang pernah bergabung dalam Peace Corps. IVHQ didirikan akhir 2006. Daniel ingin membantu calon-calon sukarelawan ini dengan harga terjangkau. Banyak teman di Indonesia menyangka bahwa program seperti ini sukarelawan dibayar, padahal untuk program sukarelawan seperti ini, sukarelawan justru membayar pada organisasi yang akan menjadi tuan rumah mereka.  Seorang teman yang sering melakukan perjalanan sempat berkomentar, menjadi sukarelawandan membayar itu seperti komersialisasi sukarelawan. Mungkin ada benarnya, tapi kurasa selama menemukan organisasi perantara seperti I...

#nepaldiary Chitlang Dan Doa Berterima Ganesh Himal

sunset di Chitlang foto vitarlenology (simin) Hari baru itu bisa dimulai dari bangun tidur, membuka jendela dan memandang hamparan perbukitan di sebuah daerah pegunungan di Nepal, bernama Chitlang. Hamparan hutan hijau, berpadu  bukit-bukit berundak-undak coklat, dan rumah-rumah tradisional Nepal tersusun rapi diantara undakan bukit, seperti foto pemandangan di kalender. Pada pandangan yang lain, kicau burung-burung lokal bertenger dan berterbangan dari satu pohon peach ke pohon peach yang lain, menari megisi lagu pagi dalam damai dan indahnya Chitlang. Hari menjadi benar-benar baru bagi orang asing sepertiku di tempat yang juga asing untukku. Kebaruan hari yang menambah kosa makna kata bahagia yang bisa datang dengan cara dan bentuk yang berbeda-beda. Chitlang, menjadi bagian dari orientasi program volunteer yang menyenagkan, Jaraknya sebenarnya tidak terlalu jauh dari ibukota Nepal, Kathmandu_sekitar 27 KM. Namun jalanan yang harus ditempuh bukanlah jalan yang mudah. Dibu...